kado terindah

Kamis, 07 Januari 2010

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat,dan tak perlu membeli ! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.
2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang Lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar denganbaik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
3. D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai Untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.
4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, " Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat,berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.
7. KESEDIAAN MENGALAH Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai Menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado " kesediaan mengalah" Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.
8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi

Read more...

SHOLAT ISYROQ

Kamis, 24 Desember 2009

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ « مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. قال الشيخ الألباني : حسن

Anas bin Malik  berkata, Rasulullah  bersabda,"Barang siapa mengerjakan shalat Shubuh di masjid dengan berjamaah, lalu dia duduk berdzikir sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah” Rasulullah  manambahkan,”Sempurna, sempurna, sempurna."
At-Thibi ra mengatakan,”Sholat tersebut setelah matahari meninggi setinggi tombak sampai keluar dari waktu makruh (setelah sholat subuh sampai terbit matahari). Adapun sholat tersebut dinamakan sholat isyroq. Waktunya pada permulaan waktu dhuha”

حَدِيثُ أَبِي أُمَامَةَ ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : " مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الْغَدَاةِ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ جَلَسَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ اِنْقَلَبَ بِأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمَرَةٍ " ، أَخْرَجَهُ الطَّبَرَانِيُّ

Dari Abu Umamah berkata Rasulullah bersabda. “Barangsiapa mengerjakan shalat Shubuh di masjid dengan berjama’ah, lalu dia tetap diam di sana sampai terbit matahari kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah”
Al Mungdziri mengatakan di dalam kitab AT-TARGHIB,”Sanadnya jayyid” selain itu juga ada hadits lain dari Utaibah bin Abd yang mengatakan bahwa Rasulullah  bersabda,
مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ ثَبَتَ حَتَّى يُسَبِّحَ لِلَّهِ سُبْحَةَ الضُّحَى كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ تَامًّا لَهُ حَجَّةٌ وَعُمَرَةٌ
”Barang siapa yang mengerjakan sholat subuh berjamaah kemudian berdiam sampai mengerjakan sholat dhuha, maka baginya pahala orang yang berhaji dan umroh secara sempurna”

َعنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ إِذَا صَلَّى الْفَجْرَ قَعَدَ فِى مُصَلاَّهُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. قال الشيخ الألباني : صحيح

Adalah Jabir bin Abdullah berkata, “Bahwasannya apabila Nabi  mengerjakan sholat subuh, beliau duduk di tempat sholatnya sampai terbit matahari” Abu Isa mengatakan hadits ini Hasan Sohih. Al-Albani menshohihkan hasits ini.

Adapun penetapan penamaan shalat yang dikerjakan pada waktu shalat Dhuha sebagai shalat Isyraq diperoleh dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu.
Dari Abdullah bin Al-Harits bin Naufal, bahwa Ibnu Abbas tidak shalat Dhuha. Dia bercerita, lalu aku membawanya menemui Ummu Hani’ dan kukatakan :
“Beritahukan kepadanya apa yang telah engkau beritahukan kepdaku”. Lalu Ummu Hani berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk ke rumahku untuk menemuiku pada hari pembebasan kota Mekkah, lalu beliau minta dibawakan air, lalu beliau menuangkan ke dalam mangkuk besar, lalu minta dibawakan selembar kain, kemudian beliau memasangnya sebagai tabir antara diriku dan beliau. Selanjutnya, beliau mandi dan setelah itu beliau menyiramkan ke sudut rumah. Baru kemudian beliau mengerjakan shalat delapan rakaat, yang saat itu adalah waktu Dhuha, berdiri, ruku, sujud, dan duduknya adalah sama, yang saling berdekatan sebagian dengan sebagian yang lainnya”. Kemudian Ibnu Abbas keluar seraya berkata : “Aku pernah membaca di antara dua papan, aku tidak pernah mengenal shalat Dhuha kecuali sekarang.”
(يسبحن بالعشى و الإشراق)
“Artinya : Untuk bertasbih bersamanya (Dawud) di waktu petang dan pagi”
Kemudian aku bertanya : “Mana shalat Isyraq ?” Dan setelah itu dia berkata : “Itulah shalat Isyraq”
Jadi sholat isyroq yang dilakukan pada awal permulaan waktu dhuha ialah sholat dhuha. Wallohu a’lam bish showab.

Read more...

EBOOK GRATIS

Rabu, 28 Oktober 2009

Assalamu 'alaikum sobat...,


Kabar gembira bagi para sobat yang demen ama ebook, terutama yang gratisan maka di bawah ini terdapat beberapa buku gratis. Semoga buku-buku tersebut menjadi tambahan wawasan bagi kita semua.



1. download ebook Kumpulan Kisah SYUHADA'

2. download ebook Kado Buat Para MUJAHIDAH


3. download ebook Ada Apa Dengan CINTA


4. download ebook Kilauan Mutiara HIKMAH

5. download ebook MOTIFASI


Silahkan download semua. Lebih manfaat lagi kalau kamu bagi-bagikan ama temen-temen kamu (bukan untuk di komersialin loh...). Gak usah kawatir dah. Masih banyak stok kok... ^_^



Kalau kamu-kamu masih butuh beberapa ebook lagi ntar bisa ku sharing lagi laen waktu insyaAllah.



Atau bagi kamu-kamu yang ingin mesen langsung juga bisa. Tinggal kirim email kamu ke email ku aja. Ntar kalau aq punya bisa aq kirim langsung k alamat email kamu. InsyaAllah.



Ni alamat email aq. mckliez@gmail.com atau kamu bisa pesen lewat acount Q di facebook. Langsung ketik aja alamat email Q di pencarian teman, ntar langsung muncul nama mukhlisien adz-dzaky. Langsung di add aja. Ato kamu kirim pesan ke dinding facebook Q langsung juga gak masalah.



Format ebook nya macam-macam. Baik yang berbentuk .pdf .chm maupun yang .exe or ebook 3d. Selama aQ punya insyaAllah akan Q kurim ke alamat email yang kamu kirimkan ke email atau dinding di facebook Q.

Read more...

Bis yang Berbahaya

BIS BERTINGKAT YANG MENYERAMKAN

Malam ini udara dingin sekali. Dua hari lagi hari libur akan tiba. Firman yang sedang berdiri di halte, mengusap-usap telapak tangannya untuk mengusir dingin. Sayup-sayup terdengar suara burung hantu di kejauhan. Firman mengutuk bossnya dalam hati, karena memaksanya berangkat pada jam yang sangat tidak menyenangkan ini. Firman ditugaskan untuk mengantarkan sebuah paket ke sebuah gudang tua di ujung kota. Perjalanan ke sana memerlukan waktu sekitar setengah jam, dan satu-satunya jenis angkutan umum yang tersedia adalah bis bertingkat yang sudah tua dan jalannya lambat.

Setelah menunggu lama, akhirnya bis itu muncul. Firman pun naik. Hanya ada beberapa penumpang saja yang terlihat. Firman terus melangkah menuju tangga karena dia memutuskan untuk duduk di tingkat atas saja. Tetapi langkahnya dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat tangga. Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya.". Firman terkejut. Dia pernah mendengar kisah-kisah menyeramkan tentang bis bertingkat seperti yang pernah diceritakan teman-temannya. Karena merasa ngeri, Firman pun mengurungkan niatnya untuk naik ke atas. Setelah
memilih sebuah bangku yang agak jauh, Firman duduk sambil membayangkan hal-hal
yang mengerikan yang mungkin terjadi.

Perjalanan 30 menit yang menegangkan itu pun akhirnya dapat dilalui. Firman
telah sampai di tempat tujuannya, ketika bis bertingkat itu berhenti di sebuah halte. Firman turun sambil menarik nafas lega, sementara bis itu kembali melanjutkan perjalanannya.

Keesokan malamnya, satu malam sebelum malam Imlek, Firman kembali ditugaskan bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama. Firman pun kembali berangkat menuju halte. Bis yang sama dengan bis yang kemarin muncul lagi, Firman naik. Penumpang bis yang terlihat hanya beberapa orang saja. Firman lalu berjalan menuju tangga. Tetapi di sana Firman kembali dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat tangga. Nenek yang sama dengan yang kemarin.
Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya.". Firman teringat dengan pengalamannya kemarin. Ia merasa takut dan memilih untuk duduk di sebuah bangku yang agak jauh dari tangga. Setelah 30 menit, bis bertingkat itu akhirnya berhenti di halte tempat tujuan Firman. Firman turun dengan perasaan lega. Dan bis itu pun melanjutkan perjalanan kembali.

Keesokan harinya, tepat pada malam liburan, Firman kembali diberi tugas
oleh bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama dengan sebelumnya. Firman menunggu bis di halte sambil melihat ke sekelillingnya. Suasana kota terlihat meriah. Lampu-lampu dan hiasan berwarna warni menghiasi sudut-sudut jalan. Ketika bis bertingkat yang ditunggunya datang, Firman naik. Bis itu adalah bis yang sama dengan yang kemarin. Firman melihat ke arah bangku di dekat tangga, dan benar saja, nenek yang sama dengan yang kemarin terlihat duduk di situ. Firman lalu mendekati nenek keriput itu. Sebelum nenek itu berkata apa-apa, Firman mendahuluinya, "Nek, apapun yang akan Nenek katakan, saya tetap akan naik dan duduk di atas. Malam ini adalah malam liburan dan suasana kota begitu meriahnya, saya tidak takut akan sesuatupun.".


Tanpa menunggu jawaban apa-apa dari nenek tua itu, Firman lalu naik ke atas.
Tidak ada penumpang satu orang pun di atas. Firman memilih untuk duduk di dekat jendela, dan menunggu dengan perasaan tegang. Tetapi hingga 30 menit berlalu, tidak terjadi apa-apa.

Akhirnya Firman sampai di tempat tujuan, dan bis itu berhenti di sebuah halte. Firman turun dari tingkat atas dan mencari si nenek keriput di dekat tangga. Setelah bertemu, lalu Firman bertanya, "Nek, kenapa sih, Nenek melarang penumpang untuk naik ke atas? Saya sudah mencoba sendiri, ternyata di atas tidak ada apa-apa yang membahayakan. Sebenarnya ada apa sih, nek?".

Sambil menunjukkan jarinya ke atas, nenek keriput itu menjawab,

"Di atas berbahaya, nak. Tidak ada supirnya.".^_^ ^_^



Read more...

Cerita Dari Tanah BATAK

Pada jaman dulu kala, hiduplah seorang pendekar wanita, Butet namanya. Sebelum lulus dari Pandapotan silat, ia harus menempuh ujian Nasution. Agar bisa berkonsentrasi, dia memutuskan untuk menyepi ke gunung dan berlatih.

Saat di perjalanan, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu setempat. Beberapa pemuda tanggung yang lagi nonton sabung ayam sambil Toruan, langsung Hutasoit-soit melihat Butet yang seksi dan gayanya yang Hotma itu. Tapi Butet tidak peduli, dia jalan Sitorus memasuki rumah makan tanpa menanggapi, meskipun sebagai perempuan yang ramah tapi ia tak gampang Hutagaol dengan sembarang orang.

Naibaho ikan gurame yang dibakar Sitanggang dengan Batubara membuatnya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan Nababan yang hijau segar. Setelah mengisi perut, Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan ke sana berbukit-bukit. Kadang Nainggolan, kadang Manurung. Di tepi jalan dilihatnya banyak Pohan. Kebanyakan Pohan Tanjung. Beberapa di antaranya ada yang Simatupang diterjang badai semalam.

Begitu sampai di atas gunung, Butet berujar "Wow, Siregar sekali hawanya" katanya, berbeda dengan kampungnya yang Panggabean. Hembusan Perangin-angin pun sepoi-sepoi menyejukkan, sambil diiringi Riama musik dari mulutnya. Sejauh Simarmata memandang warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang Girsang, semuanya Singarimbun.

Tampak di seberang, lautan dan ikan Lumban-lumban. Terbawa suasana,mulanya Butet ingin berenang. Tetapi yang ditemukannya hanyalah bekas kolam Siringo-ringo yang akan di-Hutauruk dengan Tambunan tanah. Akhirnya, dia memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir hutan saja, yang suasananya asri, meskipun nggak ada Tiurma melambai kayak di pantai. Sedang asik-asiknya menikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh seekor ular yang sangat besar. "Sinaga!" teriaknya ketakutan sambil lari Sitanggang-langgang. Celakanya, dia malah terpeleset dari Tobing sehingga bibirnya Sihombing. Karuan Butet menangis Marpaung-paung lantaran kesakitan. Tetapi dia lantas ingat, bahwa sebagai pendekar pantang untuk menangis. Dia harus Togar. Maka, dengan menguat-nguatkan diri, dia pergi ke tabib setempat untuk melakukan pengobatan.

Tabib tergopoh-gopoh Simangunsong di pintu untuk menolongnya. Tabib bilang, bibirnya harus di-Panjaitan. "Hm, biayanya Pangaribuan" kata sang tabib setelah memeriksa sejenak. "Itu terlalu mahal. Bagaimana kalau Napitupulu saja?" tawar si Butet. "Napitupulu terlalu murah. Pandapotan saya kan kecil". "Jangan begitulah. Masa' tidak Siahaan melihat bibir saya Sihombing begini?" Apa saya mesti Sihotang, bayar belakangan? Nggak mau kan ? "Baiklah, tapi pakai jarum yang Sitompul saja" sahut sang mantri agak kesal. "Cepatlah! Aku sudah hampir Munthe. Saragih sedikit tidak apa-apalah".

Malamnya, ketika sedang asik-asiknya berlatih sambil makan kue Lubis kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan Rajagukguk. Dia Bonar-bonar ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara di semak-semak dan tiba-tiba berbunyi "Poltak!" keras sekali. "Ada Situmorang?" tanya Butet sambil memegang tongkat seperti stik Gultom erat-erat untuk menghadapi Sagala kemungkinan. Terdengar suara pelan, "Situmeang". "Sialan, cuma kucing..." desahnya lega.Padahal dia sudah sempat berpikir yang Silaen-laen.

Selesai berlatih, Butet-pun istirahat. Terkenang dia akan kisah orang tentang Hutabarat di bawah Tobing pada jaman dulu dimana ada Simamora, gajah Purba yang berbulu lebat.

Keesokan harinya, Butet kembali ke Pandapotan silatnya. Di depan ruang ujian dia membaca tulisan: "Harahap tenang! Ada ujian. "Wah telat, emang udah jam Silaban sih". Maka Siboru-boru dia masuk ke ruangan sambil menyanyi-nyanyi. Di-Tigor-lah dia sama gurunya "Butet, kau jangan ribut!, bikin kacau konsentrasi temanmu! Butet, dengan tanpa Malau-malau langsung Sijabat tangan gurunnya, "Nggak Pakpahan guru, sekali-sekali?!".

Akhirnya, luluslah Butet dan menjadi orang yang disegani karena mengikuti wejangan guru Pandapotan silatnya untuk selalu, "Simanjuntak gentar, Sinambela yang benar!



Read more...

Nama Pria Jawa

Dibalik nama-nama pria Jawa sesungguhnya ada harapan tertentu dari orangtuanya (kadang kala loh… cz gak sedikit orang tua yang skedar ngasih nama, hanya uskedar nama), agar anaknya kelak bisa sesuai yg diharapkan:

Agar pandai menanam bunga, diberi nama Rosman.
Agar pandai membaiki mobil, diberi nama Karman.
Agar pandai main golf Parman.
Agar pandai dalam korespondensi Suratman.
Semoga menjadi lelaki gagah perkasa Suparman.
Semoga kuat dlm berjalan Wakiman.
Agar berani bertanya Asman.
Semoga ahli membuat kue Paiman.
Semoga pandai berdagang Saliman.
Semoga pandai melukis Saniman.
Semoga jadi orang kaya Sugiman.
Agar besar nanti pandai cari muka Yasman.
Biar kalau ujian ndak usah mengulang Herman.
Biar jadi orang yang berwibawa Jaiman.
Biar awet muda Boiman.
Biar jadi tentara Warman.
Biar jadi orang Bali Nyoman.
Biar jadi orang Sunda Maman.
Biar lincah seperti monyet Hanoman.
Biar jadi orang Belanda Koeman.
Biar tetep tinggal di Jogja Sleman.
Biar jadi tukang sepatu handal Soleman.
Biar tetep bisa jalan walau ndak pake mesin Delman.
Biar Pinter bikin jus Yusman
Biar Pinter memecahkan problem Sukarman.
Biar jadi Juragan sate Satiman.
Gambaran di atas bukan kemutlakan loh ya... ini sebagai refresh aja biar gak monoton. Namun dibalik itu semua, bagi kita-kita tentu akan berhubungan dengan pemberian nama. Baik untuk anak keponakan maupun tetangga. Tapi bukan ngasih nama gadis tetangga yach.... ^_^ Yang harus kita-kita perhatikan ialah arti dari nama yang akan kita sandangkan. Karena nama ialah sabagai do’a. So pasti kita-kita akan berdo’a yang baik khan...? berarti kita juga harus ngasih nama bagi orang yang kita namai dengan nama yang baik.
Kalau kita-kita cermati nama-nama yang ada di sekeliling kita, maka kita kadang tidak percaya. Masa’ ada yang bernama dholimin, mujrimin, naar, dan laen-laen. Kan artinya ngeri tuh... So bagi kita-kita yang akan menyematkan sebuah nama bagi seseorang hendaklah diperhatikan artinya. Cari arti yang bagus dan indah. Bisa dibuka di kumpulan nama-nama islami. Kan udah banyak sekali buku-buku yang ngebahas masalah kumpulan nama-nama. Yang jelas jangan sembarang memberikan nama tenpa tahu arti dari nama tersebut.

Read more...

Be Te sekolah? NO WAY!

Jumat, 17 Juli 2009

Pendaftaran sekolah sudah pada dimulai. Bagi para lulusan siaip ambil ancang-ancang. Bendera perjuangan dikibarkan. Akankah lulus dalam tes seleksi ataukah harus hangus karena kalah ketika di uji. Hanya orang-orang yang lulus seleksi saja yang diizinkan masuk sebagai siswa suatu lembaga. Namun itu masih awal perjuangan. Karena perjuangan yang sesungguhnya ialah apa yang akan dihadapi ketika lulus tes seleksi.
Meskipun menjadi orang yang lulus seleksi, belum tentu orang tersebut merasa bahagia. Karena tidak sedikit siswa yang lulus seleksi namun pada akhirnya mengundurkan diri. Ada yang beralasan bosan sekolah atau ada juga yang ngerasa saljur. Alias salah jalur. Memang sih orang yang salah jalur pasti merasa tidak enak bangetz.. lho wong pengennya ke arah jakarta kok mobil yang dinaiki jurusan surabaya. (yang nulis di Solo lho… kalo orang lampung sich sah-sah saja naik jurusan surabaya. Kan ngewati…)

Begitu juga dengan skul, BeTe banget kalau ampek salah jurusan. Kalau sekolah atawa kuliah yang sudah setengah jalan namun merasa saljur, wah gak kebayang deh… sulit banget bro baliknya. Apalagi mo menggantinya biar sesuai dengan minat kita. Sebenarnya kenapa sich banyak orang yang tertimpa saljur?
Tidak punya cita-cita
Hidup tanpa cita-cita bisa bahaya. Bisa di ibaratkan dengan kapal tanpa nahkoda. Ia akan terombang ambing oleh ombak zaman ditengah samudra kehidupan. Kalau seseorang sudah memiliki cita-cita maka ia akan menggapai apa yang ia cita-citakan. Karena orang yang belum memiliki terget maka ia akan malas didalam menuntut ilmu. Ia hanya berjalan sebagai formalitas belaka. Orang yang sudah sarjana pun hanya memiliki titelnya saja tanpa ada isinya. Sehingga yang menarik hanya tampilan luarnya saja. Meskipun dalamnya kosong tiada arti. Kurang lebih virus inilah yang menimpa para petinggi negara saat ini. Mereka tidak lain menyuarakan kepentingan merekan sendiri atas nama orang lain. Karena sebenarnya mereka kosong belaka. Tiada yang dibawa kecuali titiel belaka. Hingga yang terjadi sekarang masyarakatlah yang menjadi sasaran “kepintaran” mereka.
Tidak mau memperdalam minat dan bakat
Membiarkan bakat tidak terasah, atau hanya merasa cukup terhadap apa yang sudah ada tanpa mau untuk merubah menjadi yang lebih baik. Jangan biarkan minat kita kepada hal-hal yang konsumtif dan tidak produktif. Apalagi minat terbesar yang dimiliki hanya menghambur-hamburkan uang untuk belanja hal-hal yang tidak bermanfaat. Atau hanya sekedar kongkow-kongkow yang tiada berguna. Karena kesemuanya itu hanya akan membuatmu tidak tau harus ngapain ketika disodorkan kepada banyak pilihan. Jangan biarkan otak kita yang mampu mencetuskan dan menyimpan miliaran ide, hanya kosong seperti balon. Semuanya kembali kepada kita, apakah kita mau berfikir dan mendalaminya ataukah tidak.
Tren mbebek (ikut-ikutan)
Kebiasaan ikut-ikutan biasanya terlahir karena seseorang itu ragu-ragu terhadap pilihannya. Karena keraguan dalam hal apapun pasti tidak menguntungkan. Kerena keragu-raguan muncul dari syaitan. Begitu pula jikalau ragu didalam memilih jurusan study yang sesuai akhirnya akan membuat seseorang menjadi terombang ambing dan memilih berdasarkan pengaruh pihak lain. Bisa jadi ikut-ikutan teman, paksaan ortu maupun pasrah dengan hasil psikotes. Maka marilah kita belajar untuk mengambil keputusan bertanggung jawab didalam kehidupan ini. Sehingga ketika berjumpa dengan sebuah problem tidak hanya mengeluh dan menyalahkan orang lain.
Tidak mau mendengarkan saran dari orang lain
Tidak boleh ikut-ikutan dengan orang lain tanpa landasan yang kuat, bukan berarti harus menolak pendapat yang mereka kemukakan. Semua saran yang kita terima untuk memilih jurusan yang tepat jangan dianggap sebagai sikap mempengaruhi, merecoki apalagi menggurui. Orang yang lebih tua biasanya memiliki banyak pertimbangan dan pengalaman yang lebih memadai dari kita-kita yang masih belia, walaupun kadang terkasan memaksa. So ya diterima saja sebagai masukan. Toh pilihan terakhirnya ada padamu.
Kurang teliti
Terbiasa sembrono dan tidak teliti, akan berimbas kepada rusaknya studi dan pekerjaan seseorang. Ketika memilih jalur study jangan mudah percaya apa kata orang. Apalagi terhadap iklan-iklan yang dipajang. Orang yang kurang teliti biasanya masa bodo terhadap kesesuaian ilmu yang ada dengan minatnya. Tidak mau memperhatikan apakah biaya dan waktu untuk studi di sebuah tempat yang menjadi targetnya sesuai dengan kemampuannya ataukah tidak. Padahal seharusnya perbanyaklah dahulu informasi-informasi akan lembaga pendidikan tersebut. Karena orang yang paling banyak memegan informasi, dialah yang paling tau langkah tepat yang akan diambil.
Tidak mau memperjuangkan keyakinan
Tidak mau memperjuangkan keyakinan berarti malas hidup didunia. Perjuangkan keuakinan akan sekolah yang tepat secara maksimal. Baik dengan cara latihan mengerjakan soal sebanyak mungkin atau juga dengan membuat sistim pembelajaran kelompok. insyaAllah kita akan mendapatkan studi dijurusan yang menyenangkan. Yang pasti tidak ada kemudahan dan kenikmatan kecuali setelah perjuangan.

Read more...

optimalkan waktumu

Ada pepatah yang mengatakan “Waktu adalah pedang, jikalau engkau tidak menggunakannya dengan baik maka ia akan memenggalmu”. Begitulah pentingnya waktu. Senhingga tidak salah jikalau ada yang mengatakan “waktu adalah uang”. Karena begitu berharganya nilai waktu bagi anak adam. Orang yang sukses bukanlah orang yang berjalan seiring berjalannya waktu tanpa usaha, namun orang yang sukses ialah orang yang mampu memanfaatkan waktunya dengan seoptimal mungkin.
Rasulullah Muhammad  telah mengatakan “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia orang yang beruntung. Dan barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang celaka.” Nah kita tinggal milih saja mana yang kita inginkan. So pasti semuanya pasti pada milih menjadi orang-orang yang beruntung khan? Mana ada sich orang yang manginginkan menjadi orang yang merugi. Terlebih lebih merugi di akhirat. Na’udhubillah. Termasuk Bob Sadino yang mengatakan ingin rugi sebenarnya itu hanya sebatas proteksi untuk mental yang mana jikalau ia rugi maka tidak gelo lagi. Bukan menjadikan tujuannya untuk rugi.
Jadi jikalau kita memang ingin sukses, maka tinggal bagaimana kita mengoptimalkan waktu kita. Hingga tidak terbuang sia-sia dan penyesalan yang datang di akhir usia. Ya paling tidak kita sudah berusaha dan tidak hanya berpangku tangan. So disini ada beberapa tips mengoptimalkan waktu supaya kita tidak dipenggal oleh waktu itu sendiri.
1. Buatlah jadwal yang terrencana untuk agenda harian kita. Dari bangun tidur sampai tidur kembali. Dan alokasikan waktu secara seimbang. Jangan saling tabrak sana, tabrak sini. Kalau waktu belajar, ya belajar. Waktu ibadah ya ibadah. Sehingga ketika tidak ada keseimbangan dalam pembagian jadwal bisa-bisa semua jadwal menumpuk menjadi satu. Kan repot tuh….

2. Usahakan untuk disiplin terhadap jadwal yang sudah dibuat. Jangan sampai jadwal yang sudah terencana menjadi sia-sia. Hanya menjadi hiasan kamar karena ditempel di dinding dan tidak dikerjakan. Ya kalau orang jawa sih ngatakan eman-eman.

3. Jangan membuat jadwal terlalu ketat. Namun jikalau sudah membuatnya dan dirasa terlalu ketat maka segera saja dirubah. Ntar jikalau tidak segera dirubah khawatir akan menimbulkan masalah. Perlunak jadwal sesuai dengan kebutuhan. Sehingga sesuai juga dengan kemampuan yang kita miliki untuk mengerjakannya.
4. Jangan pernah menunda waktu untuk mengerjakan sesuatu. Jikalau kita bisa saat ini, kenapa musti nunggu sore hari.?
Ibnu Umar  pernah mengatakan, “ Jikalau engkau berada pada pagi hari,maka janganlah menunggu sorehari. Dan jikalau engkau berada di sorehari maka janganlah menuggu pagihari.”
Ada sebuah pepatah juga yang mengatakan, “Menunda pekerjaan sama halnya dengan menumpuk penderitaan.” Nah loe…. Kebayang gak sich menumpuk penderitaan.?

5. usahakan untuk serius dan fokus dalam megerjakan sesuatu. Hindari mengerjakan pekerjaan lain sebelum menyelesaikan suatu pekerjaan. Bisa kita banyangkan, mana mungkub setetes air yang lembut yang memetes ke sebongkah batu besar yang kuat dan keras dapat melubangi batu trsebut?. Pasti jawabannya ialah tidak mungking. Namun jikalau tetesan air tersebut menetesi batu dengan fokus pada satu titik, maka lambat laun batu yang besarpun akan berlubang dan hancur. Sama halnya dengan sebuah pekerjaan dan urusan. Sebesar apapun jikalau dilaksanakan secara fokus dan terus-menerus, maka lambat laun akan selesai juga.

6. Manfaatkan waktu luang. Baik ketika libur akhir pekan maupun ketika datang liburan panjang. Jangan sampai waktu luang pergi begitu saja. Karena waktu yang sudah berlalu tidak akan kembali lagi. Orang yang pandai ialah orang yang mampu memanfaatkan waktu luangnya dengan kebaikan. Tiada satu detik pun yang terlewatkan kecuali didalamnya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.

7. Luangkan waktu pada saat liburan untuk refreshing sekaligus mengambil manfaat dari liburan. Bawalah diri kita untuk bertadabur alam. Merenungi alam ciptaan sang Kholiq. Betapa besarnya karunia yang diberikan kepada kita. Sehingga hilanglah kesombongan di dalam diri seseorang . karena merenungkan batapa kerdilnya diri ini di bandingkan alam semesta. Apalagi jikalau dibandingkan dengan rahmatNya yang tiada habisnya.

Ya kurang lebih begitulah tips-tips untuk mengelola waktu supaya tidak terlewatkan dengan sia-sia. Semoga yang sedikit ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

by; mukhlisien

Read more...

jangan hanya bermimpi tanpa usaha yang pasti

Sabtu, 20 Juni 2009

JANGAN HANYA BERMIMPI TANPA USAHA YANG PASTI
Sobat muda sekalian, sebenarnya meraih sebuah impian sangat dianjurkan. Kerena impian seseorang akan memicu untuk menjadi yang terbaik. Sah-sah saja sich…. Cuma yang jadi masalahya kita-kita kadang Cuma ngimpi doang tanpa usaha yang pasti. Padahal sebuah impian tidak akan bisa diraih kalau Cuma sekedar mimpi.
Stop Dreaming Start Action. Berhentilah untuk bermimpi tenpa adanya sebuah usaha. Jika kita memang menginginkan untuk menjadi seorang pembisnis yang sukses, kenapa hanya sebatas ruang mimpi? Bukankah lebih baik jikalau kita memulai aksi walaupun hanya aksi yang kecil. Dengan small action paling tidak kita udah satu langkah untuk menggapai apa yang jadi impian kita.
Nabi Muhammad mengatakan, “Sebaik-baik pekerjaan itu yang sedikit namun kontinyu”.

Mulai melangkah sedikit demi sedikit karena orang yang sukses tidak tidak akan meninggalkan potensi yang sudah dimilikinya demi mengejar harapan yang tidak dan belum pasti. Gali potensi dan jangan malu untuk beraksi dan kreasi, namun jangan melanggar yang syar’i.
Step by step tangga untuk meraih tangga kesuksesan harus dilalui. Dan perjuangan untuk menapaki tangga tersebu memang tidaklah gampang. Segampang membalikkan telapak tangan. Bagaikan sebuah gunung yang kita lihat dari jauh nampak elok dan menawan. Namun perjuangan untuk sampai pada puncak gunung tersebut dibutuhkan kesungguhan. Karena di dalamnya banyak halangan yang merintangi. Banyak tanjakan yang harus dilalui. Jurang terjal pun akan menghadang. Jalanan yang licin pun siap menjatuhkan orang yang berjalan di atasnya. Kesemuanya tidak akan tercapi jikalau hanya sebatas angan-angan belaka. Start action meskipun hanya dengan berjalan pelan atau bahkan mungkin denan merangkak. Stop dreaming dan hilangkan lamunan yang hanya memperlambat laju perjuangan.
Kuatkan Motifasi Diri
Motifasi diri untuk segera melangkah. Karena motifasi sebagai penyemangat yang akan membangkitkan semangat seseorang yang sudah mulai loyo. Pandanglah kesuksesan di dunia sebagai jalan untuk menggapai ridho ilahi. Karena dengan ridho dariNya maka semua yang sudah kita dapatkan akan lebih berbarokah.
Mantapkan diri untuk meraih apa yang dicita-citakan. Pandanglah lurus ke depan. Jangan toleh kanan dan toleh kiri. Abaikan cemoohan orang yang suka mencemooh. Anggaplah cemoohan sebagai cemeti yang memecut kita untuk menjadi yang lebih baik. Karena jilalu kita mengikuti semua yang orang omongkan, niscaya tidak akan ada kesudahan dan juga tidak akan ada kebenaran dan kebahagiaan. Ada sebuah kisah hikmah yang menceritakan seseorang yang selalu mengikuti perkataan orang lain dan ia tidak memiliki pendirian yang kuat hingga akhirnya penyesalan yang ia dapat.
Alkisah ada serorang penduduk desa yang bernama nasrudin joha. Suatu ketika ia akan mengadakan perjalanan untuk pergi kesuatu daerah. Ia menempuh perjalanan tersebut bersama dengan seorang anaknya dan seokor keledai. Karena dirinya sudah merasa tua dan khawatir mambahayakan dirinya, maka ia yang menaiki keledai dan sang anak berjalan di sampingnya. Ketika melewati suatu kaum maka kaum tersebut mencemoohnya dengan mengatakan, “Dasar orang tua tidak tau diri, masak anaknya disuruh berjalan kaki sementara dirinya enak-enakan di atas kendaraan…!”. Akhirnya nasrudin pun turun dan menyuruh anaknya naik ke keledainya satu-satunya. Ketika melewati suatu perkumpulan manusia, maka mereka mengatakan, “Dasar anak tidak tau di untung…., orang tuanya yang sudah sepuh palah disuruh jalan kaki, sementara ia yang masih sehat dan segar bugar palah asik di atas kendaraan…!”. Akhirnya nasrudin pun naik menemani anaknya di atas kendaraan. Ketika melewati suatu kaum ia mendapat cemoohan lagi, “Orang tua dan anak sama saja. Tidak ada yang berperi kemanusiaan (kemanusiaan atau kehewanan ya…..?), sudah tau keledainya kecil dan lemah kok ditunggangi dua orang…!” demi mendengar ocehan tersebut akhirnya keduanya turun dan berjalan kaki. Namun ketika melewati sebuah kaum mereka pun masih mengolok-olok Nasrudin dan anaknya, “Dasar orang tua dan anak sama-sama dungu. Udah punya kendaraan kok tidak mau dipakai. Malah mambiarkan kendaraannya jalan sendiri dan memilih jalan kaki…!”. Karena merasa tidak ada yang benar ketika berjalan dengan membawa seekor keledai, maka akhirnya ketika sampai di atas sebuah sungai lalu ia pun menangkat keledainya dan melemparkannya ke sungai tersebut. Maka kemudian ia dan anaknya yang malang memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Sekarang didalam riil kehidupan kita, kita akan menentukan sikap kita sendiri. Apakah kita akan menjadi seorang yang sukses sampai pada sebuah tujuan ataukan akan terputus dirtengah perjalanan dan mendapatkan kerugian. Jikalau memang sesuksesan yang kita inginkan maka kita harus berjuang. Sekarang banyak situs yang memberikan semangat untuk senantiasa berjuang dan berusaha. Di antatanya yang sekarang lagi marak yaitu apa yang disampaikan oleh Om Joko Susilo. Tentang bagaimana menjadi diri yang sukses. Karena seorang pemenang berbeda dengan seorang pecundang.
Start Your Action demi menggapai masa depan yang lebih cerah. Karena yang diwajibkan kepada kita ialah berusaha sesuai kemampuan yang kita miliki. “Hidup adalah perjuangan, maka berjuanglah untuk meraih kehidupan yang hakiki dan ridho Ilahi”

Read more...

HIDUP TERHORMAT

Kamis, 14 Mei 2009

Kehormatan negara tercoreng ketika terungkap beberapa pejabat hukum diduga telah menerima suap. Bukan hanya negara dan instansi tempat pejabat itu ditempatkan yang tercoreng, tapi juga pribadi yang bersangkutan.

Adalah pasti bahwa dalam hati nurani manusia, hidup berarti hidup secara terhormat. Islam menilai bahwa suatu kehidupan yang tak disertai kehormatan sama sekali bukanlah kehidupan. Sebaliknya, ia adalah kematian yang lebih pahit dari kematian alamiah. Dan, seseorang yang menghargai kehormatannya sendiri hendaknya meninggalkan kehidupan yang rendah dan tercela.
Dalam Islam, kita akan banyak mendapati ayat Alquran dan hadis Nabi SAW tentang keharusan berbuat jujur. Menurut Islam, seseorang yang adil jika punya kemampuan ilmiah, dia bisa menjadi hakim, gubernur, atau pemegang jabatan lain yang mengemban tanggung jawab di masyarakat.

Islam yang menghormati hak-hak kepemilikan, memberikan penilaian yang tinggi terhadap mereka yang memperoleh harta secara terhormat, dan dari hasil kerja keras serta memanfaatkannya untuk kemaslahan umat. Banyak hadis Nabi memuji sahabat beliau yang kaya raya, seperti Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf, dan Saad bin Abi Waqas. Nabi memuji mereka karena dengan meningkatnya kekayaan, kepedulian sosial mereka juga makin tinggi.

Allah berfirman, ''.... Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan, apa saja harta yang baik yang kami nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedangkan kamu sedikit pun tidak akan dianiaya.'' (QS Albaqarah [2]: 272).

Menurut Islam, bukan harta yang menjadi penyebab timbulnya kejahatan, tapi keserakahan dan pendewaan akan harta. Ada orang yang mendapatkan harta dengan cara yang halal, ada juga yang mendapatkannya dengan jalan pintas dan menabrak semua rambu-rambu agama dan kepatutan.

Sesungguhnya, kita dapat menyaksikan perbedaan yang nyata antara dua orang; orang yang amin (dapat dipercaya) dan orang yang khain (pengkhianat). Orang yang amin adalah tempat kepercayaan dan penghormatan manusia, orang yang khain adalah pusat kemarahan dan penghinaan mereka.

Pemikir Islam, Sayid Jamaluddin Al-Afghani berkata, ''Adalah jelas diketahui bahwa kelangsungan jenis manusia didasarkan pada muamalat dan pertukaran manfaat kerja. Ruh keduanya adalah amanah.'' Mari kita berkaca!



Read more...

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP