jangan hanya bermimpi tanpa usaha yang pasti

Saturday, June 20, 2009

JANGAN HANYA BERMIMPI TANPA USAHA YANG PASTI
Sobat muda sekalian, sebenarnya meraih sebuah impian sangat dianjurkan. Kerena impian seseorang akan memicu untuk menjadi yang terbaik. Sah-sah saja sich…. Cuma yang jadi masalahya kita-kita kadang Cuma ngimpi doang tanpa usaha yang pasti. Padahal sebuah impian tidak akan bisa diraih kalau Cuma sekedar mimpi.
Stop Dreaming Start Action. Berhentilah untuk bermimpi tenpa adanya sebuah usaha. Jika kita memang menginginkan untuk menjadi seorang pembisnis yang sukses, kenapa hanya sebatas ruang mimpi? Bukankah lebih baik jikalau kita memulai aksi walaupun hanya aksi yang kecil. Dengan small action paling tidak kita udah satu langkah untuk menggapai apa yang jadi impian kita.
Nabi Muhammad mengatakan, “Sebaik-baik pekerjaan itu yang sedikit namun kontinyu”.

Mulai melangkah sedikit demi sedikit karena orang yang sukses tidak tidak akan meninggalkan potensi yang sudah dimilikinya demi mengejar harapan yang tidak dan belum pasti. Gali potensi dan jangan malu untuk beraksi dan kreasi, namun jangan melanggar yang syar’i.
Step by step tangga untuk meraih tangga kesuksesan harus dilalui. Dan perjuangan untuk menapaki tangga tersebu memang tidaklah gampang. Segampang membalikkan telapak tangan. Bagaikan sebuah gunung yang kita lihat dari jauh nampak elok dan menawan. Namun perjuangan untuk sampai pada puncak gunung tersebut dibutuhkan kesungguhan. Karena di dalamnya banyak halangan yang merintangi. Banyak tanjakan yang harus dilalui. Jurang terjal pun akan menghadang. Jalanan yang licin pun siap menjatuhkan orang yang berjalan di atasnya. Kesemuanya tidak akan tercapi jikalau hanya sebatas angan-angan belaka. Start action meskipun hanya dengan berjalan pelan atau bahkan mungkin denan merangkak. Stop dreaming dan hilangkan lamunan yang hanya memperlambat laju perjuangan.
Kuatkan Motifasi Diri
Motifasi diri untuk segera melangkah. Karena motifasi sebagai penyemangat yang akan membangkitkan semangat seseorang yang sudah mulai loyo. Pandanglah kesuksesan di dunia sebagai jalan untuk menggapai ridho ilahi. Karena dengan ridho dariNya maka semua yang sudah kita dapatkan akan lebih berbarokah.
Mantapkan diri untuk meraih apa yang dicita-citakan. Pandanglah lurus ke depan. Jangan toleh kanan dan toleh kiri. Abaikan cemoohan orang yang suka mencemooh. Anggaplah cemoohan sebagai cemeti yang memecut kita untuk menjadi yang lebih baik. Karena jilalu kita mengikuti semua yang orang omongkan, niscaya tidak akan ada kesudahan dan juga tidak akan ada kebenaran dan kebahagiaan. Ada sebuah kisah hikmah yang menceritakan seseorang yang selalu mengikuti perkataan orang lain dan ia tidak memiliki pendirian yang kuat hingga akhirnya penyesalan yang ia dapat.
Alkisah ada serorang penduduk desa yang bernama nasrudin joha. Suatu ketika ia akan mengadakan perjalanan untuk pergi kesuatu daerah. Ia menempuh perjalanan tersebut bersama dengan seorang anaknya dan seokor keledai. Karena dirinya sudah merasa tua dan khawatir mambahayakan dirinya, maka ia yang menaiki keledai dan sang anak berjalan di sampingnya. Ketika melewati suatu kaum maka kaum tersebut mencemoohnya dengan mengatakan, “Dasar orang tua tidak tau diri, masak anaknya disuruh berjalan kaki sementara dirinya enak-enakan di atas kendaraan…!”. Akhirnya nasrudin pun turun dan menyuruh anaknya naik ke keledainya satu-satunya. Ketika melewati suatu perkumpulan manusia, maka mereka mengatakan, “Dasar anak tidak tau di untung…., orang tuanya yang sudah sepuh palah disuruh jalan kaki, sementara ia yang masih sehat dan segar bugar palah asik di atas kendaraan…!”. Akhirnya nasrudin pun naik menemani anaknya di atas kendaraan. Ketika melewati suatu kaum ia mendapat cemoohan lagi, “Orang tua dan anak sama saja. Tidak ada yang berperi kemanusiaan (kemanusiaan atau kehewanan ya…..?), sudah tau keledainya kecil dan lemah kok ditunggangi dua orang…!” demi mendengar ocehan tersebut akhirnya keduanya turun dan berjalan kaki. Namun ketika melewati sebuah kaum mereka pun masih mengolok-olok Nasrudin dan anaknya, “Dasar orang tua dan anak sama-sama dungu. Udah punya kendaraan kok tidak mau dipakai. Malah mambiarkan kendaraannya jalan sendiri dan memilih jalan kaki…!”. Karena merasa tidak ada yang benar ketika berjalan dengan membawa seekor keledai, maka akhirnya ketika sampai di atas sebuah sungai lalu ia pun menangkat keledainya dan melemparkannya ke sungai tersebut. Maka kemudian ia dan anaknya yang malang memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Sekarang didalam riil kehidupan kita, kita akan menentukan sikap kita sendiri. Apakah kita akan menjadi seorang yang sukses sampai pada sebuah tujuan ataukan akan terputus dirtengah perjalanan dan mendapatkan kerugian. Jikalau memang sesuksesan yang kita inginkan maka kita harus berjuang. Sekarang banyak situs yang memberikan semangat untuk senantiasa berjuang dan berusaha. Di antatanya yang sekarang lagi marak yaitu apa yang disampaikan oleh Om Joko Susilo. Tentang bagaimana menjadi diri yang sukses. Karena seorang pemenang berbeda dengan seorang pecundang.
Start Your Action demi menggapai masa depan yang lebih cerah. Karena yang diwajibkan kepada kita ialah berusaha sesuai kemampuan yang kita miliki. “Hidup adalah perjuangan, maka berjuanglah untuk meraih kehidupan yang hakiki dan ridho Ilahi”

Read more...

HIDUP TERHORMAT

Thursday, May 14, 2009

Kehormatan negara tercoreng ketika terungkap beberapa pejabat hukum diduga telah menerima suap. Bukan hanya negara dan instansi tempat pejabat itu ditempatkan yang tercoreng, tapi juga pribadi yang bersangkutan.

Adalah pasti bahwa dalam hati nurani manusia, hidup berarti hidup secara terhormat. Islam menilai bahwa suatu kehidupan yang tak disertai kehormatan sama sekali bukanlah kehidupan. Sebaliknya, ia adalah kematian yang lebih pahit dari kematian alamiah. Dan, seseorang yang menghargai kehormatannya sendiri hendaknya meninggalkan kehidupan yang rendah dan tercela.
Dalam Islam, kita akan banyak mendapati ayat Alquran dan hadis Nabi SAW tentang keharusan berbuat jujur. Menurut Islam, seseorang yang adil jika punya kemampuan ilmiah, dia bisa menjadi hakim, gubernur, atau pemegang jabatan lain yang mengemban tanggung jawab di masyarakat.

Islam yang menghormati hak-hak kepemilikan, memberikan penilaian yang tinggi terhadap mereka yang memperoleh harta secara terhormat, dan dari hasil kerja keras serta memanfaatkannya untuk kemaslahan umat. Banyak hadis Nabi memuji sahabat beliau yang kaya raya, seperti Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf, dan Saad bin Abi Waqas. Nabi memuji mereka karena dengan meningkatnya kekayaan, kepedulian sosial mereka juga makin tinggi.

Allah berfirman, ''.... Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan, apa saja harta yang baik yang kami nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedangkan kamu sedikit pun tidak akan dianiaya.'' (QS Albaqarah [2]: 272).

Menurut Islam, bukan harta yang menjadi penyebab timbulnya kejahatan, tapi keserakahan dan pendewaan akan harta. Ada orang yang mendapatkan harta dengan cara yang halal, ada juga yang mendapatkannya dengan jalan pintas dan menabrak semua rambu-rambu agama dan kepatutan.

Sesungguhnya, kita dapat menyaksikan perbedaan yang nyata antara dua orang; orang yang amin (dapat dipercaya) dan orang yang khain (pengkhianat). Orang yang amin adalah tempat kepercayaan dan penghormatan manusia, orang yang khain adalah pusat kemarahan dan penghinaan mereka.

Pemikir Islam, Sayid Jamaluddin Al-Afghani berkata, ''Adalah jelas diketahui bahwa kelangsungan jenis manusia didasarkan pada muamalat dan pertukaran manfaat kerja. Ruh keduanya adalah amanah.'' Mari kita berkaca!



Read more...

menjadi orang kaya

Tuesday, May 5, 2009


''Ridhalah dengan apa yang dibagikan Allah SWT untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.'' (HR Turmudzi). Penggalan hadis Rasulullah SAW di atas merupakan bentuk nyata betapa susahnya menumbuhkan rasa qanaah atau merasa cukup.

Hadis itu mengandung maksud orang paling kaya adalah mereka yang qanaah atas apa pun pemberian Allah SWT. Betapa positif dan bermartabatnya hidup ini bila seseorang selalu merasa ridha dan cukup dengan segala kondisinya. Dengan qanaah, yang sedikit akan menjadi banyak dan yang banyak akan menjadi berkah.

Kesenangan tidak akan sempurna dan nikmat tidak akan menjadi besar kecuali dengan memutuskan angan-angan memiliki seperti yang dimiliki orang lain. ''Himpunlah rasa putus asa terhadap apa-apa yang ada di tangan manusia.'' (HR Ibnu Majah).

Sikap tidak menerima atas apa yang telah dimiliki, hanya akan menguras keterkaitan hati dengan Allah SWT. Akibatnya, kehidupan yang sebenarnya tidak akan bisa dirasakan. Sementara kehidupannya menjadi tidak tertata. Ridha dengan pemberian, mensyukuri pemberian Allah SWT, dan menginvestasikannya untuk hal yang bermanfaat, maka inilah sebenarnya yang disebut kaya nan mulia. Allah SWT berjanji kepada orang yang hatinya dipenuhi keridhaan akan memenuhi hatinya dengan kekayaan, rasa aman, penuh dengan cinta, dan tawakkal kepada-Nya.

Sebaliknya, bagi yang tidak ridha, hatinya akan dipenuhi dengan kebencian, kemungkaran, dan durhaka. Pantaskah sebagai seorang hamba mengaku kekurangan, sementara pada waktu yang sama, kita masih memiliki akal. Andai kata akal itu dibeli orang atau menukarnya dengan emas dan perak sebesar gunung, kita pasti enggan menerimanya.

Kita memiliki dua mata yang sekiranya dibayar dengan permata sebesar Gunung Uhud, pasti tidak rela. Saat ini banyak orang enggan mengakui dan menyebut dirinya orang paling kaya. Kekayaan hanya mereka ukur dengan materi, banyaknya harta, dan pangkat yang tinggi.

Bersyukurlah atas nikmat agama, akal, kesehatan, pendengaran, penglihatan, rezeki, keluarga, penutup (aib), dan nikmat lain yang tak terhitung. Sebab, di antara manusia itu ada yang hilang akalnya, terampas kesehatannya, dipenjara, dilumpuhkan, atau ditimpakan bencana.

Kini saatnya untuk menyadari bahwa kita sebenarnya adalah orang yang paling kaya. Caranya dengan selalu qanaah dan merasa ridha. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, sehingga hidup lebih bermakna, berkah, serta lebih berarti. Jadikanlah keridhaan itu dengan mengosongkan hati dari berbagai sangkaan dan membiarkannya hanya untuk Allah SWT.

Read more...

remaja bermanfaat

Wednesday, April 8, 2009


MENJADI REMAJA BERMANFAAT


Suatu ketika, Hasan Al Bashri menyuruh beberapa muridnya untuk memenuhi kebutuhan ‎seseorang. Dia berkata, "Temuilah Tsabit Al Bunani dan pergilah kalian bersamanya." ‎Lalu, mereka mendatangi Tsabit yang ternyata sedang iktikaf di masjid. Dan, Tsabit ‎minta maaf karena tidak bisa pergi bersama mereka. Mereka pun kembali lagi kepada ‎Hasan dan memberitahukan perihal Tsabit.

Hasan berkata, "Katakanlah kepadanya, 'Hai Tsabit, apa engkau tidak tahu bahwa ‎langkah kakimu dalam rangka menolong saudaramu sesama muslim itu lebih baik ‎bagimu daripada ibadah haji yang kedua kali?'" Kemudian, mereka kembali menemui ‎Tsabit dan menyampaikan apa yang dikatakan Hasan Al Bashri. Maka, Tsabit pun ‎meninggalkan iktikafnya dan pergi bersama mereka untuk membantu orang yang ‎membutuhkan.

Banyak cara bisa dilakukan agar menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Bisa ‎dengan menolong dalam bentuk tenaga, memberikan bantuan dalam bentuk materi, ‎memberi pinjaman, memberikan taushiyah keagamaan, meringankan beban penderitaan, ‎membayarkan utang, memberi makan, hingga menyisihkan waktu untuk menunggu ‎tetangga yang sakit.

Pimpinan yang baik juga bermanfaat bagi bawahannya, sebagaimana penguasa yang adil ‎pun bermanfaat bagi rakyatnya. Bahkan, membuat orang lain menjadi gembira juga ‎termasuk amalan bermanfaat yang dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, ‎‎"Barang siapa yang membantu kesusahan seorang mukmin dari beberapa kesusahan ‎dunia maka Allah akan membantu kesusahannya dari beberapa kesusahan pada hari ‎kiamat. Dan, barang siapa yang meringankan beban orang kesulitan maka Allah akan ‎meringankannya dalam urusan dunia dan akhirat." (HR Muslim dan Ahmad).

Adalah ironi jika banyak orang kaya yang lebih senang naik haji berulang kali daripada ‎membantu kaum dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Banyak juga orang kaya yang ‎jor-joran membangun masjid mewah, sedangkan di sekelilingnya masih banyak kaum ‎fakir miskin yang membutuhkan bantuan. Padahal, Allah tidak butuh disembah dengan ‎indahnya masjid ataupun ibadah haji yang berulang-ulang. Wallahu a'lam bishshawab.


Oleh : Abduh Zulfidar Akaha
REPUBLIKA

Read more...

anda bertanya Al-Qur'an menjawab

MANUSIA BERTANYA, AL-QUR’AN MENJAWAB
Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
Qur'an Menjawab : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) ‎mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2). ‎Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka ‎sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia ‎mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
Qur'an Menjawab : ………. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik ‎bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; ‎Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur'an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan ‎kesanggupannya………. (Al-Baqarah : 286)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?
Qur'an Menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu ‎bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu ‎orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur'an Menjawab : ………..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. ‎Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : ‎‎87)

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur'an Menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah ‎kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada ‎Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai ‎penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-‎orang yang khusyu'. (Al-Baqarah : 45)

Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur'an Menjawab : ….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya ‎kepada-Nya aku bertawakal……. (At-Taubah : 129)

Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur'an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri ‎dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka………. (At-Taubah : 111)


‎(Sumber Tulisan oleh : Hakeem bin Zain)‎

Read more...

Tahan Amarah

SANGGUPKAH ANDA MENAHAN AMARAH?‎
‎"Siapa yang menahan marah, padahal ia dapat memuaskannya (melampiaskannya), maka ‎kelak pada hari kiamat, Allah akan memanggilnya di depan sekalian makhluk. Kemudian, ‎disuruhnya memilih bidadari sekehendaknya." (HR. Abu Dawud - At-Tirmidzi)

Tingkat keteguhan seseorang dalam menghadapi kesulitan hidup memang berbeda-beda. ‎Ada yang mampu menghadapi persoalan yang sedemikian sulit dengan perasaan tenang. ‎Namun, ada pula orang yang menghadapi persoalan kecil saja ditanggapinya dengan ‎begitu berat. Semuanya bergantung pada kekuatan ma’nawiyah (keimananan) seseorang.

Pada dasarnya, tabiat manusia yang beragam: keras dan tenang, cepat dan lambat, bersih ‎dan kotor, berhubungan erat dengan keteguhan dan kesabarannya saat berinteraksi ‎dengan orang lain. Orang yang memiliki keteguhan iman akan menyelurusi lorong-lorong ‎hati orang lain dengan respon pemaaf, tenang, dan lapang dada.

Adakalanya, kita bisa merasa begitu marah dengan seseorang yang menghina diri kita. ‎Kemarahan kita begitu memuncak seolah jiwa kita terlempar dari kesadaran. Kita begitu ‎merasa tidak mampu menerima penghinaan itu. Kecuali, dengan marah atau bahkan ‎dengan cara menumpahkan darah. Na’udzubillah.

Menurut riwayat, ada seorang Badwi datang menghadap Nabi S.A.W. dengan maksud ‎ingin meminta sesuatu pada beliau. Beliau memberinya, lalu bersabda, "Aku berbuat baik ‎padamu." Badwi itu berkata, "Pemberianmu tidak bagus." Para sahabat merasa ‎tersinggung, lalu mengerumuninya dengan kemarahan. Namun, Nabi memberi isyarat ‎agar mereka bersabar.

Kemudian, Nabi S.A.W. pulang ke rumah. Nabi kembali dengan membawa barang ‎tambahan untuk diberikan ke Badwi. Nabi bersabda pada Badwi itu, "Aku berbuat baik ‎padamu?" Badwi itu berkata, "Ya, semoga Allah membalas kebaikan Tuan, keluarga dan ‎kerabat."

Keesokan harinya, Rasulullah S.A.W. bersabda kepada para sahabat, "Nah, kalau pada ‎waktu Badwi itu berkata yang sekasar engkau dengar, kemudian engkau tidak bersabar ‎lalu membunuhnya. Maka, ia pasti masuk neraka. Namun, karena saya bina dengan baik, ‎maka ia selamat."

Beberapa hari setelah itu, si Badwi mau diperintah untuk melaksanakan tugas penting ‎yang berat sekalipun. Dia juga turut dalam medan jihad dan melaksanakan tugasnya ‎dengan taat dan ridha.

Rasulullah S.A.W. memberikan contoh kepada kita tentang berlapang dada. Ia tidak ‎panik menghadapi kekasaran seorang Badwi yang memang demikianlah karakternya. ‎Kalau pun saat itu, dilakukan hukuman terhadap si Badwi, tentu hal itu bukan ‎kezhaliman. Namun, Rasulullah S.A.W. tidak berbuat demikian. Beliau tetap sabar ‎menghadapinya dan memberikan sikap yang ramah dan lemah lembut. Pada saat itulah, ‎beliau S.A.W. ingin menunjukkan pada kita bahwa kesabaran dan lapang dada lebih ‎tinggi nilainya daripada harta benda apa pun. Harta, saat itu, ibarat sampah yang ‎bertumpuk yang dipakai untuk suguhan unta yang ngamuk. Tentu saja, unta yang telah ‎mendapatkan kebutuhannya akan dengan mudah dapat dijinakkan dan bisa digunakan ‎untuk menempuh perjalan jauh.

Adakalanya, Rasulullah S.A.W. juga marah. Namun, marahnya tidak melampaui batas ‎kemuliaan. Itu pun ia lakukan bukan karena masalah pribadi. Melainkan, karena ‎kehormatan agama Allah.

Rasulullah S.A.W. bersabda, "Memaki-maki orang muslim adalah fasik (dosa), dan ‎memeranginya adalah kufur (keluar dari Islam)." (HR. Bukhari)

Sabdanya pula, "Bukanlah seorang mukmin yang suka mencela, pengutuk, kata-katanya ‎keji dan kotor." (HR. Turmudzi).

Seorang yang mampu mengendalikan nafsu ketika marahnya berontak, dan mampu ‎menahan diri di kala mendapat ejekan. Maka, orang seperti inilah yang diharapkan ‎menghasilkan kebaikan dan kebajikan bagi dirinya maupun masyarakatnya.

Seorang hakim yang tidak mampu menahan marahnya, tidak akan mampu memutuskan ‎perkara dengan adil. Dan, seorang pemimpin yang mudah tersulut nafsu marahnya, tidak ‎akan mampu memberikan jalan keluar bagi rakyatnya. Justru, ia akan senantiasa ‎memunculkan permusuhan di masyarakatnya. Begitu pun pasangan suami-isteri yang ‎tidak memiliki ketenangan jiwa. Ia tidak akan mampu melayarkan laju bahtera hidupnya. ‎Karena, masing-masing tidak mampu memejamkan mata atas kesalahan kecil ‎pasangannya.

Bagi orang yang imannya telah tumbuh dengan suburnya dalam dadanya. Maka, tumbuh ‎pula sifat-sifat jiwa besarnya. Subur pula rasa kesadarannya dan kemurahan hatinya. ‎Kesabarannya pun bertambah besar dalam menghadapi sesuatu masalah. Tidak mudah ‎memarahi seseorang yang bersalah dengan begitu saja, sekalipun telah menjadi haknya.

Orang yang demikian, akan mampu menguasai dirinya, menahan amarahnya, mengekang ‎lidahnya dari pembicaraan yang tidak patut. Wajib baginya, melatih diri dengan cara ‎membersihkan dirinya dari penyakit-penyakit hati. Seperti, ujub dan takabur, riya, ‎sum’ah, dusta, pengadu domba dan lain sebagainya. Dan menyertainya dengan amalan-‎amalan ibadah dan ketaatan kepada Allah, demi meningkatkan derajat yang tinggi di sisi ‎Allah S.W.T.

Dari Abdullah bin Shamit, Rasulullah S.A.W. bersabda, "Apakah tiada lebih baik saya ‎beritahukan tentang sesuatu yang dengannya Allah meninggikan gedung-gedung dan ‎mengangkat derajat seseorang?" Para sahabat menjawab, "Baik, ya Rasulullah." ‎Rasulullah saw bersabda, "Berlapang dadalah kamu terhadap orang yang membodohi ‎kamu. Engkau suka memberi maaf kepada orang yang telah menganiaya kamu. Engkau ‎suka memberi kepada orang yang tidak pernah memberikan sesuatu kepadamu. Dan, ‎engkau mau bersilaturahim kepada orang yang telah memutuskan hubungan dengan ‎engkau." (HR. Thabrani).

Sabdanya pula, "Bahwasanya seorang hamba apabila mengutuk kepada sesuatu, naiklah ‎kutukan itu ke langit. Lalu, dikunci pintu langit-langit itu buatnya. Kemudian, turunlah ‎kutukan itu ke bumi, lalu dikunci pula pintu-pintu bumi itu baginya. Kemudian, ‎berkeliaranlah ia kekanan dan kekiri. Maka, apabila tidak mendapat tempat baru, ia pergi ‎kepada yang dilaknat. Bila layak dilaknat (artinya kalau benar ia berhak mendapat ‎laknat), tetapi apabila tidak layak, maka kembali kepada orang yang mengutuk (kembali ‎ke alamat si pengutuk)." (HR. Abu Dawud).

Read more...

GOSIP…. GOSIP… GOSIP…..‎

GOSIP…. GOSIP… GOSIP…..‎
Dari 'Ubaid r.a, dia berkata : "Di masa Rasulullah SAW, beliau memerintahkan orang-‎orang berpuasa selama satu hari. Lalu mereka pun berpuasa. Saat itu ada dua orang ‎wanita berpuasa, dan mereka sangat menderita karena lapar dan dahaga pada sore ‎harinya. Kemudian kedua wanita itu mengutus seseorang menghadap Rasulullah SAW, ‎untuk memintakan izin bagi keduanya agar diperbolehkan menghentikan puasa mereka.

Sesampainya utusan tersebut kepada Rasulullah SAW, beliau memberikan sebuah ‎mangkuk kepadanya untuk diberikan kepada kedua wanita tadi, seraya memerintahkan ‎agar kedua-duanya memuntahkan isi perutnya ke dalam mangkuk itu. Ternyata kedua ‎wanita tsb memuntahkan darah dan daging segar, sepenuh mangkuk tersebut, sehingga ‎membuat orang-orang yang menyaksikannya terheran-heran. Dan Rasulullah SAW ‎bersabda : "Kedua wanita ini berpuasa terhadap makanan yang dihalalkan Allah tetapi ‎membatalkan puasanya itu dengan perbuatan yang diharamkan oleh-Nya. Mereka duduk ‎bersantai sambil menggunjingkan orang-orang lain. Maka itulah 'daging-daging' mereka ‎yang dipergunjingkan." (Hadits Riwayat Ahmad)

‎“Orang yang menggunjing dan mendengarkan gunjingan, keduanya bersekutu dalam ‎perbuatan dosa.” (Hadits Riwayat Ath-Thabrani)

‎"Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita dusta dan banyak memakan ‎yang haram." (Al-Qur'an Surat Al-Maidah : 42)

Allah S.W.T berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari ‎prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu ‎mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing ‎sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging ‎saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan ‎bertaqwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha ‎Penyayang. " (Al-Qur'an Surat Al-Hujuraat:12)‎

Read more...

hikmah pengharaman al-kohol

HIKMAH PENGHARAMAN ALKOHOL
Hikmah Pengharaman Alkohol : Dampaknya Terhadap Jantung
Dr. Sath-han Ahmad (United State of America)

ٍSudah menjadi sesuatu yang diketahui umum, yaitu adanya dampak yang sangat kentara ‎dari alkohol terhadap otak dan kerja hati (liver), kecuali apabila hal itu digunakan untuk ‎tujuan-tujuan sosial atau untuk medis. Ada sebuah pemahaman yang menyatakan bahwa ‎penggunaan alkohol dalam jumlah kecil tidak berdampak pada toksin atau mempengaruhi ‎anggota tubuh lainnya sehingga tidak boleh melarang penggunaan alkohol.

Oleh karena itu, aku melaksanakan penelitian ini untuk memastikan ada-tidaknya dampak ‎yang signifikan terhadap jantung bagi manusia. Penelitian juga aku lakukan terhadap zat ‎aditif "khomer" bagi responden. Tes percobaan adalah 6 jenis alkohol dengan kandungan ‎‎43% saya berikan kepada orang biasa yang sehat yang berusia 23 - 30 tahun selama 2 ‎jam, bagi kelompok pertama, dan 1 jam bagi kelompok kedua. Dan ternyata, kerja ‎jantung jadi berdebar kencang.

Terhadap kelompok pertama, setelah berselang 60 menit (1 jam), kandungan al-kohol ‎menjadi + 74 mcm/ml ada penambahan selama pemompaan darah 90 - 96 mili kedua. ‎Dan penambahan waktu kepastian 44 - 52, bertambah persentase keduanya dari 0,299 ‎sampai 323. Dan mulai menurun setelah 2 jam pertama padahal jumlah alkohol dalam ‎darah bertambah sampai 111 mg dengan peningkatan yang sangat cepat/drastis (pada ‎kelompok kedua) dan terjadi dis-fungsi organ perut bagian kiri setelah 30 menit. Hal ini ‎terjadi ketika keadaan alkohol dalam darah mencapai 50 mg/100ml.

Adapun pada kelompok ketiga. Kami melakukan studi komparasional terhadap 5 orang ‎yang aku beri saccharine dan terjadi penurunan pada tiga hal tersebut pada setiap orang.

Oleh karena itu, penggunaan alkohol dengan dosis "kecil/atau tidak seberapa" akan ‎menyebabkan terjadinya disfungsi organ secara berkala; dan pada orang-orang biasa bila ‎tidak berkala. Dan untuk menganalisis kerja jantung pada pada saat diberi zat aditif ‎tersebut di atas, maka 3 orang yang sudah kecanduan khomer, kami melakukan studi ‎komparasinya dengan kelompok orang-orang biasa yang sehat. Berdasarkan hipotesis : ‎Ada perbedaan yang jelas pada keadaan dan gejala-gejala jantung, maka diketahui ‎bahwasanya ditemukan keadaan yang sangat jelas pada setiap responden tentang ‎disfungsi organ perut bagian kiri, baik besar atau pun kecil. Dan disfungsi ini lebih jelas ‎lagi pada orang yang sedang sakit yang relatif lebih lama pada lama-tidaknya kerja ‎jantung. Pada 12 pasien tidak mengetahui penyebab pembengkakan jantung, sebab ‎ukuran/volume organ perut bagian kiri dan volume darah dan terbuang berbeda lebih ‎jelas dibandingkan pada responden orang biasa.

Dan pada 11 orang yang menderita sakit tambahan, tidak mengetahui pembengkakan ‎jantung dengan perbedaan yang jelas, yaitu adanya penambahan atau pengurangan ‎volume pompa darah.

Pada 18 pasien, mengetahui adanya pembengkakan jantung tanpa diserta gejala, terjadi ‎penurunan atau dis-fungsi kerja pompa jantung secara jelas dan disertai penurunan ‎volume dan darah yang terbuang.

Berdasarkan hal tersebut, penggunaan alkohol (sebagai zat aditif) adalah kritis secara ‎terus-menerus terhadap jantung. Hal ini diawali dengan berdebarnya detak jantung dan ‎sampai pada tahapan berikutnya, sakit; penurunan stamina tubuh pada kerja pompa darah, ‎kemudian pembengkakan jantung, munculnya dis-fungsi jantung. Dan informasi yang ‎diperoleh dari percobaan terhadap sejumlah anjing menguatkan data kami ini, dimana ‎kami telah memberi makan 7 anjing tersebut secara paralel 5 kebutuhan anjing tersebut ‎akan energi panas melalui alkohol selama 18 bulan. Maka, terjadilah dis-‎fungsi/penurunan yang sangat jelas pada jumlah yang terbuang dari organ perut bagian ‎kiri, dan pada kekuatan tulang biseps. Adapun pembengkakan pada organ perut dan ‎inflamasi ataupun perubahan pada keduanya, maka hal itu tidak terjadi, dan terjadinya ‎penurunan potassium dengan adanya catatan pada biseps jantung anjing (64, dimana ‎sebelumnya 72).

Berdasarkan hal tersebut, pengunaan alkohol dengan dosis apapun dan dalam kondisi ‎apapun bukan hanya mempengaruhi aqidah saja, bahkan berdampak kepada jantung ‎dengan dampak yang sangat berbahaya.

Sesungguhnya hukum pengharaman di dalam Islam adalah sesuatu yang sudah dogmatis ‎dan terbatas yang tidak ada porsi sedikitpun untuk meragukannya atau mengingkarinya. ‎Sikap Islam terhadap penggunaannya minuman beralkohol dalam dosis kecil adalah ‎sangat jelas yang tidak perlu penjelasan tambahan, sebagaimana disebutkan dalam hadits-‎hadits Rasulullah. Adapun orang-orang kafir dan kalangan pendosa, mereka mengikuti ‎kaidah-kaidah mereka dari aspek kemanusiaan dan medik untuk melegalkan penggunaan ‎alkohol dalam dosis rendah ... . Maka mereka akhirnya menyangka bahwa dosis rendah ‎tidak akan berdampak secara signifikan, tidak jadi haram, dan tidak membahayakan ‎tubuh. Dari hal ini pun akhirnya dimungkinkan penggunaan alkohol dalam dosis sedang ‎untuk tujuan-tujuan medik.

Oleh karena itu, dipandang perlu bahwa kita dalam setiap moment selalu mengedepankan ‎ilmu dan dalil untuk memuaskan mereka-mereka yang tidak yakin dengan asas komitmen ‎dalam kita bertahkim dengan hukum ilahi.

‎------------------------------
http://www.geocities.com/the_fact99/‎

Read more...

jadikan jiwa lebih sehat

MEMBACA AL-QUR’AN MENJADIKAN JIWA LEBIH SEHAT
Dalam sebuah penelitian di Belanda yang dilakukan oleh seorang profesor psycologist ‎yang bernama Vander Hoven [ VH ], dimana telah mengadakan sebuah survey terhadap ‎pasien di rumah sakit Belanda yg kesemuanya non muslim selama tiga tahun. Dalam ‎penelitian tersebut VH melatih para pasien untuk mengucapkan kata ALLAH ‎‎[penyebutan sesuai cara Islam] dengan jelas dan berulang-ulang.

Hasil dari penelitian tersebut sangat mengejutkan, terutama sekali untuk pasien yang ‎mengalami gangguan pada fungsi hati dan orang yang mengalami stress / ketegangan [ ‎tension ]. AL Watan, surat kabar Saudi sebagaimana telah mengutip dari peryataan ‎profesor VH tsb, yang mengatakan bahwa seorang muslim yang biasa membaca Al-‎Qur'an secara rutin dapat melindungi mereka dari penyakit mental dan penyakit-penyakit ‎yang ada hubungannya [ psychological diseases ].

VH juga menerangkan bagaimana pengucapan kata ALLAH tsb sebagai solusi dari ‎kesehatan , ia menekankan dalam penelitiannya bahwa huruf pertama dalam ALLAH ‎yaitu 'A' dapat melonggarkan [ melancarkan ] pada jalur pernafasan [espiratory system ], ‎dan mengontrol pernafasan [controls breathing ].dan untuk huruf konsonan ' L ' dimana ‎lidah menyentuh bagian atas rahang dapat memberikan efek relax, juga VH ‎menambahkan bahwa huruf ' H ' pada ALLAH tsb dapat menghubungkan antara Paru-‎paru dan Jantung dimana dapat mengontrol system dari denyut jantung [ heart beat ].

Subhanallah, sungguh luar biasa kebesaran Allah SWT ini, dimana penelitian yang ‎dilakukan oleh seorang profesor non muslim yang tertarik dan meneliti akan rahasia Al-‎Qur'an ini sangat mengejutkan para ahli kesehatan di Belanda.

‎[ Sumber dari Indonesian Moslem Student Association of North America ]
http://yartati.multply.com

Read more...

wanita yang selalu berbicara dengan Al-Qur'an


WANITA YANG SELALU BERBICARA DENGAN AL-QUR’AN

Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta'ala :
Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam ‎Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba ‎saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang ‎sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog ‎dengannya beberapa saat.

Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin ‎Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an. Walaupun jawabannya ‎tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks ‎pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Abdullah : "Assalamu'alaikum warahma wabarakaatuh."
Wanita tua : "Salaamun qoulan min robbi rohiim." (QS. Yaasin : 58) (artinya : "Salam ‎sebagai ucapan dari Tuhan Maha Kasih")

Abdullah : "Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?"
Wanita tua : "Wa man yudhlilillahu fa la hadiyalahu." (QS : Al-A'raf : 186 ) ("Barang ‎siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya")


Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.

Abdullah : "Kemana anda hendak pergi?"
Wanita tua : "Subhanalladzi asra bi 'abdihi lailan minal masjidil haraami ilal masjidil ‎aqsa." (QS. Al-Isra' : 1) ("Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu ‎malam dari masjid haram ke masjid aqsa")


Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak ‎menuju ke masjidil Aqsa.

Abdullah : "Sudah berapa lama anda berada di sini?"
Wanita tua : "Tsalatsa layaalin sawiyya" (QS. Maryam : 10) ("Selama tiga malam dalam ‎keadaan sehat")

Abdullah : "Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?"
Wanita tua : "Huwa yut'imuni wa yasqiin." (QS. As-syu'ara' : 79) ("Dialah pemberi aku ‎makan dan minum")

Abdullah : "Dengan apa anda melakukan wudhu?"
Wanita tua : "Fa in lam tajidu maa-an fatayammamu sha'idan thoyyiban" (QS. Al-Maidah ‎‎: 6) ("Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih")

Abdulah : "Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya?"
Wanita tua : "Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil." (QS. Al-Baqarah : 187) ("Kemudian ‎sempurnakanlah puasamu sampai malam")
Abdullah : "Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa?"
Wanita tua : "Wa man tathawwa'a khairon fa innallaaha syaakirun 'aliim." (QS. Al-‎Baqarah : 158) ("Barang siapa melakukan sunnah lebih baik")

Abdullah : "Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?"
Wanita tua : "Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta'lamuun." (QS. Al-Baqarah : ‎‎184) ("Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu mengetahui")

Abdullah : "Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?"
Wanita tua : "Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun 'atiid." (QS. Qaf : 18) ("Tiada ‎satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib Atid")

Abdullah : "Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap seperti itu?"
Wanita tua : "Wa la taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sam'a wal bashoro wal fuaada, kullu ‎ulaaika kaana 'anhu mas'ula." (QS. Al-Isra' : 36) ("Jangan kamu ikuti apa yang tidak ‎kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung ‎jawabkan")

Abdullah : "Saya telah berbuat salah, maafkan saya."
Wanita tua : "Laa tastriiba 'alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum." (QS.Yusuf : 92) ‎‎("Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah mengampuni kamu")

Abdullah : "Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk ‎melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan."
Wanita tua : "Wa maa taf'alu min khoirin ya'lamhullah." (QS Al-Baqoroh : 197) ("Barang ‎siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah mengetahuinya")


Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata :

Wanita tua : "Qul lil mu'miniina yaghdudhu min abshoorihim." (QS. An-Nur : 30) ‎‎("Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka")

Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia mengendarai ‎untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena unta itu terlalu tinggi ‎baginya. Wanita itu berucap lagi.

Wanita tua : "Wa maa ashobakum min mushibatin fa bimaa kasabat aidiikum." (QS. Asy-‎Syura' 30) ("Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu sendiri")

Abdullah : "Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu."
Wanita tua : "Fa fahhamnaaha sulaiman." (QS. Anbiya' 79) ("Maka kami telah memberi ‎pemahaman pada nabi Sulaiman")

Selesai mengikat unta itu sayapun mempersilahkan wanita tua itu naik.

Abdullah : "Silahkan naik sekarang."
Wanita tua : "Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqriniin, wa inna ‎ila robbinaa munqolibuun." (QS. Az-Zukhruf : 13-14) ("Maha suci Tuhan yang telah ‎menundukkan semua ini pada kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. ‎Sesungguhnya kami akan kembali pada tuhan kami")

Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat kencang. Wanita ‎tua itu berkata lagi.

Wanita tua : "Waqshid fi masyika waghdud min shoutik" (QS. Lukman : 19) ‎‎("Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu")

Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa syair, Wanita tua ‎itu berucap.

Wanita tua : "Faqraa-u maa tayassara minal qur'aan" (QS. Al- Muzammil : 20) ("Bacalah ‎apa-apa yang mudah dari Al-Qur'an")

Abdullah : "Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak."
Wanita tua : "Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab." (QS Al-Baqoroh : 269) ("Dan ‎tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu")

Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya.

Abdullah : "Apakah anda mempunyai suami?"
Wanita tua : "Laa tas-alu 'an asy ya-a in tubda lakum tasu'kum" (QS. Al-Maidah : 101) ‎‎("Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan menyusahkanmu")

Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya kepadanya.

Abdullah : "Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?"
Wanita tua : "Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya." (QS. Al-Kahfi : 46) ‎‎("Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia")

Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak.

Abdullah : "Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?"
Wanita tua : "Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun" (QS. An-Nahl : 16) ("Dengan ‎tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk")

Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah haji ‎mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya menuju ‎perkemahan.

Abdullah : "Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini?"
Wanita tua : "Wattakhodzallahu ibrohima khalilan" (QS. An-Nisa' : 125) ("Kami jadikan ‎ibrahim itu sebagai yang dikasihi") "Wakallamahu musa takliima" (QS. An-Nisa' : 146) ‎‎("Dan Allah berkata-kata kepada Musa") "Ya yahya khudil kitaaba biquwwah" (QS. ‎Maryam : 12) ("Wahai Yahya pelajarilah alkitab itu sungguh-sungguh")

Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah anak-‎anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti bulan yang ‎baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah ‎wanita itu.

Wanita tua : "Fab'atsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati falyandzur ayyuha ‎azkaa tho'aaman fal ya'tikum bi rizkin minhu." (QS. Al-Kahfi : 19) ("Maka suruhlah ‎salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak ini, dan carilah ‎makanan yang lebih baik agar ia membawa makanan itu untukmu")

Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu ‎menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata :

Wanita tua : "Kuluu wasyrobuu hanii'an bima aslaftum fil ayyamil kholiyah" (QS. Al-‎Haqqah : 24) ("Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah ‎kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu")

Abdullah : "Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku belum akan memakannya ‎sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya."

Ketiga anak muda ini secara serempak berkata :

‎"Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara ‎mempergunakan ayat-ayat Al-Qur'an, hanya karena khawatir salah bicara."


Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya saya ‎pun berucap :

‎"Fadhluhu yu'tihi man yasyaa' Wallaahu dzul fadhlil adhiim." (QS. Al-Hadid : 21) ‎‎("Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah ‎pemberi karunia yang besar")‎

Read more...

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP